Feeds:
Tulisan
Komentar

copy-an dr facebook

RESEP KUE PERNIKAHAN
(Dari Amar Hamdani)

BAHAN:
1 pria sehat
1 wanita sehat
100% komitmen
2 pasang restu orang tua
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor
25 gr rekreasi
1 bungkus doa
2 sendok teh telepon-teleponan
5 kali ibadah/hari
semua di aduk hingga merata&mengembang.

TIPS:
*pilih pria/wanita yg benar2 matang&seimbang
*jangan yg 1 trlalu tua&yg lainnya trlalu muda karena dapat mempengaruhi KELEZATAN(sebaiknya d beli d Toserba”Tempat Ibadah”walaupun agak jual mahal tp mutunya terjamin.
*jangan beli di pasar”diskotik” ato pasar”party” krn wlowpun modelnya bagus&harum baunya tp kadang menipu konsumen ato kadang menggunakan zat pewarna yg bisa merusak kesehatan.
*gunakan kasih sayang cap”dakwah” yg telah mndapatkan penghargaan ISO dari Dep.Kesehatan&kerohanian

CARA MEMASAK:
~Pria&wanita di cuci brsih,buang smua masa lalunya hingga trsisa niat yg murni
~Siapkn loyang yg tlah diolesi dngn komitmen&restu ortu scara merata
~masukkan niat yg murni k dalam loyang&panggangan dngn api mrata skitar 30menit d depan penghulu
~biarkan di dalam loyang tadi&sirami dngn bumbunya
~Kue siap d nikmati
CATATAN:
kue ini dpat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup&paling enak dinikmati dlm keadaan hangat,tp klo sudah agak dingin,tambahkan lagi humor segar scukupnya,rekreasi sesuai selera,serta beberapa potong doa,kmudian hangatkn lagi di oven bermerk”tempat ibadah”.Stelah mulai hangat jngn lupa telp-teleponan bila brjauhan.SELAMAT MENCOBA!di jamin semuanya HALAL kok!

==========================

batas kesabaran

‘kesabaranku sudah habis’ tiap kali aku mendengar orang berkata demikian, aku dg cepat menjawab, sabar itu tak ada batasny, kl bilang bgt berarti masih belum sabar. ya, memang yg kukatakan itu benar.
nah,sekarang aku baru merasakan bagaimana ceritanya sampai kata2 itu keluar dari mulut seseorang. ketika kita menghadapi suatu masalah yg benar2 tak kunjung usai, maka kata2 itu akan terngiang2 ditelinga. yah.. mungkin itulah bisikan setan. seperti yg sering aku ceritakan di blog ini, masalahku tak kunjung usai, hanya berkutat disitu2 saja. aku bosan.. lelah.. aku berdo’a jgn sampai aku putus asa.
kemaren ada kemajuan, aku sudah berrani mengungkapkan perasaanku pada suami, walaupun hanya lewat sms, maklum suami lg kerja. awalnya aku minta dia untuk baca tulisan2ku d hp yg menceritakan ttg kesedihanku selama ini. dan satu masalah yg km bahas adalah keinginanku untuk tinggal mandiri, pisah sama ortunya. dan tahu kan alasan utama suami, yup! KEUANGAN! tau donk, tanggungan suami buanyaak.. belum kami kemaren ambil pinjaman di bank.. tambah byk pengeluaran! tp, aku tetap pada pndirianku, bahwa rezeki itu Alloh yg atur, bukan hanya dr t4 kerjany doank toh! aku bilang bagaimana aku bisa mandiri kl hidup terus begini.. katanya mau istri mandiri, tp tdk dikasih jalan untuk mandiri.. akhirnya, ia tidak bisa menjawab sms terakhirku dg alasan ia sudah mengantuk. ah, terserahlah, yg jelas tekadku sudah kuat. aku sekarang pasang target sampai bulan desember. titik!
salahkah aku? aku cuma ingin mandiri ya Robb.. Engkau tau apa yg kuimpikan sejak aku belum menikah..
knp Kau memberikan keadaan yg seperti ini padaku? apakh ini ujian atau hukuman? kenapa aku yg Kau pilih? apa sebenarny rencanaMu? kenapa aku semakin lama semakin terpuruk? bahkan di Ramadhan kali ini.. aku merasa Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terburuk sepanjang hidupku.. Ampuni hamba ya Robbi.. Berilah hidayahMu.. terangkan lah jiwaku dengan Nur Mu..

baby blus kah?

alhamdulillah, aku telah melewati proses persalinan normal dan lancar. nanti kan kutulis lengkap ceritanya.
sekarang aku ingin menulis tentang perasaanku. awalnya, aku bahagia sekali mendapatkan anak yang cantik dan sehat. tapi, ketika sudah pulang ke rumah kembali, dan bertemu dg orang yang ada dirumah, aku jd byk sedih. karena aku ngerasa gk bebas dan terlalu byk yg ikut campur dlm pengambilan keputusan. tak jarang apa yang aku inginkan tak di dengarkan suami. aku merasa suami lebih ‘nurut’ sama ibunya. entah, mungkin karena ia melihat langsung proses perjuangan seorang ibu. tp, bukan berarti ibu kandungny saja yg harus diperhatikan, ibu mertua jg toh?? hmm… selalu saja kembali ke masalah yang ini. aku tidak pernah bisa bebas mengutarakan perasaanku, bahwa sebenarny aku tidak betah dirumah dan aku ingin dirumah ortuku. aku yang merasakan bagaimana sakitny melahirkan, dan sama halny dg orang banyak, rasa bersalah pada ibu kandung pun semakin besar ketika telah merasakan proses persalinan.
belum lagi ketika my baby rewel, dan aku tak berhasil menenangkannya, mertuaku lah yg jd pahlawan nya. aku benar2 merasa tak berguna. dan hal ini berlangsung selama 3malam berturut2. saat itu aku butuh seseorang yg bisa menguatkanku, memotivasiku, memahami perasaan sebagai seorang ibu baru. aku berharap itu suami. tapi…. yang terjadi justru suamiku malah membuatku semakin terpojok, baik dg kata2 nya yang menyebutkan bahwa aku manja lah, tidak mandiri lah, dll, dsb. kl dr perbuatan, aku merasa ia tidak mempedulikanku lagi.
akhirnya, aku menelpon teman lamaku yg dulu aku pernah curhat ttg rumah tanggaku.katanya, aku harus bisa tenang dan yakin akan kemampuanku dalam proses menjadi ibu yg baik. jangan sedih apalagi putus asa. bayi bisa merasakan apa yang dirasakan ibunya. kl ibuny lg sedih, maka ia pun akan rewel, dan akan berpengaruh pada kualitas asi. jangan sampai bayi melihat ibunya sedang sedih. apapun masalah yg kurasakan sebaiknya dan seharusnya dikomunikasikan pada suami. setelah itu, aku segera berusaha menyingkirkan perasaan sedihku ketika sedang menyusui bayiku. soal komunikasi dg suami, aku hanya bercerita sedikit, hanya kesedihan karena aku tidak berhasil menenangkan si kecil ketika rewel. mengenai masalah lainnya belum kubicarakan.
sekarang,lain lg masalahnya, bayiku sudah mulai terbiasa digendong, yah.. ini akibat dr mertuaku yg sedikit2 gendong, padahal semestiny tdk digendong tidak apa2. aku merasa seperti rebutan sama mertuaku, sptny mertuaku pun ingin ‘menguasai’ bayiku. sebenarnya,aku

tontonan

barusan aku nonton film perempuan berkalung sorban.. hmm.. kyknya aku rada kurang sepakat deh dengan aplikasi dr dalil2 yang dikeluarkan. cth: ketika ada adzan dan sang suami ingin berjima’, suami dg entengnya mengatakan dalil yang harus menyegerakan ajakan suami,maksa lagi.. menurutku ini salah satu bukti bahwa si suami itu tidak sholeh! harusnya kan sholat dulu! trus, ktk ada dalil wanita tdk boleh jd pemimpin, masak jd ketua kelas aja gk boleh?
tp ada juga yg membuatku menangis, rumah tangga pertamanya itu lho.. sedih bgt! aku gk kebayang gmn perasaan seorang wanita jika menghadapi permasalahan spt itu. semoga ini hanya ada di film, dalam khidupan nyata gk ada.. (kasiaaan.. bgt kl kejadian)
trus, aku turut bahagia sekaligus iri, ketika melihat rumah tangganya yg kedua, suaminya baik buangeet, sangat cinta dan sayang padanya, mungkin inilah yg dinamakan suami sholeh, dia ngebantuin istri masak, cuci piring, sampe dibuatin teh buat istri yg lagi kerja, hmm.. senengnya, sampe urusan yg ’satu itu’ pun ia bisa bersabar. Subhanallah… suami ku gitu gk y??

ngomong2 suamiku, sebenarnya dia juga sangat sayang dan cinta bgt sama aku, aku tau dia gk mau aku terluka, dia sedih bgt kl aku sedih, makanya aku gk mau sedih di depanny. aku tau kesedihanku tidak bs diobati sekarang, aku tau suami jg sebenarnya menginginkan hal yg sama denganku, tapi sekali lg.. keadaanlah yang memaksa kami harus begini.. kami harus bersabar, ekstra sabar malah..

“sesunggunhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan…”
Allah.. jika Engkau berkenan.. mohon segera kabulkanlah do’a-do’aku selama ini…

8 bulan

Gk trasa, sekarang kehamilanku sdh masuk usia 8 bulan.. rasanya tendangan bayiku semakin terasa, malah lebih ‘hebat’. Alhamdulillah, ktnya sih bagus tuh..

Terakhir USG,  dokter bilang anak kami perempuan. Aku sih seneng2 aja, malah memang sedikit bharap begitu, soalnya kata orang kl anak pertama perempuan, pas punya adik dia gk terlalu cemburu malah sayang sama adiknya. kl anak laki2 biasanya gede cemburunya.. (katanya2x..) Suami ku sebenarnya pengen anak laki2, tp pas tau perempuan alhamdulillah dia gk kecewa. terserah laki or perempuan, yg penting istri dan anakku sehat, katanya..

kl di itung2, kemungkinan lahiran bulan juni, kira2 1 bulan lagi.. duh.. rasanya deg-degan bgt! spt  mau menghadapi peristiwa yang luar biasa (emang iya kan??) dr bulan ke 6 aku udh hunting info2 ttg senam hamil, gimana cara agar melahirkan tidak terlalu sakit, dll.. hasilnya sih lumayan, tp msh kurang puas. Alhamdulillah, aku punya temen instruktur senam hamil yang pengalaman, rencananya mau kerumahnya, minta or minjem cd senam hamil n konsul dikitlah..

hm.. tnyata hamil itu seperti ini y.. gk kebayang sebelumnya, aku seneng banget pas bayiku gerak2.. subhanallah, rasanya benar2 amazing!!!

‘Tendangan’

Alhamdulillah.. kehamilanku skrg sudah menginjak usia 6 bulan lebih. Subhanallah, semakin lama semakin terasa gerakan-gerakan di perutku. kl kata orang bayinya nendang! Dulu, tendangan ini terasa cuma sesekali dan lebih sering di malam hari, itupun dengan konsentrasi penuh. skrg, lg kerja aja sudah sering terasa, apalagi malem.

Semoga ini pertanda bayiku sehat dan aktif ya..

Kemaren2 sempet dapet cerita2 dari temen2 kerja ttg proses persalinan. Wah..wah.. ceritanya menegangkan sekaligus menyeramkan! aku jadi takuuut. tapi, ada kalimat dari temen yang bilang “seorang wanita yang melahirkan itu bener2 kuat! mungkin pria tidak akan sekuat itu jika mereka bisa merasakan proses kelahiran.” Salut buat para ibu2 yang punya banyak anak dan semuanya lewat proses persalinan yang normal. Ketika saat itu tiba, seorang wanita dihadapkan pada kemungkinan antara hidup dan mati. bener2 penuh perjuangan. tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Sakit nya itu luaaarr biasa, tp setelah berhasil melewatinya dan melihat bayi mungil yang sehat, timbul kembali perasaan luaaarr biasa lega dan senangnya..

Kl gk salah, seorang wanita yang meninggal dunia karena melahirkan maka ia akan menjadi syahid. Subhanallah ya.. Allah memang Maha Pemurah.
Jujur, aku suka berpikir bahwa mungkin lebih baik aku syahid nanti saat melahirkan, agar semua masalah yang kuhadapi saat ini dapat kulepaskan, karena terkadang aku merasa aku tidak mampu menghadapi hari2 depan. Tapi, apakah alasanku ini bisa dikategorikan dalam syahid??
Lalu, aku juga berpikir, alangkah egoisnya aku jika hanya memikirkan diriku sendiri, bagaimana dengan anak yang kulahirkan? bagaimana dengan suamiku? Aku sering membaca betapa indahnya mengasuh dan mendidik anak, banyak segali ‘kejutan2′ ketika mendidik anak. aku ingin menjadi ibu yang bisa mengantarkan anak2nya ke jalan yang di ridho-i Allah.
Begitulah hatiku saat ini, sering skali berubah2, kadang ingin ini, kadang ingin itu. Akhirnya, Aku benar2 menyerahkan segalanya pada Allah.. apapun yang direncanakan Allah untukku nantinya, pasti itu lah yang terbaik. Do’a inilah yang terus kupanjatkan.

sebel

Sebel bgt deh! Tau kan kalo suamiku ada dirumah Cuma 7 hr, eh, giliran aku ada dirumah, dianya malah pergi2 terus.. padahal aku sudah bilang, besok aja, biar hemat bensin, tenaga, secara.. hari ini ujan sepanjangan.. tp tyt omonganku tak didengar! Dia udah go aja.. mana gak pake jaket lagi! Auk ah lap, aku dah males mikirinya. Aku tu pengennya, kl pas aku ada dirumah, ya dianya jg dirumah, jd 7 hr itu bs maksimal pemanfaatannya.

Sama persis dengan kemarin lusa, aku kan izin gk masuk kerja, dalam bayanganku selain memang badan capek2, aku juga mau manfaatin saat2 suami ada dirumah. Rasanya aku tu pengen selalu deketan sama dia. Eh, gk taunya dia udah ada rncana klur rmh, mmg sih Cuma sebentar, tp tyt ada temennya beserta istri dan anak yang silaturahim ke rmh. So, ya.. gitu deh.. sebagai tuan rumah. Aku sih awalnya, biasa2 aja bersikap seperti temen (ya emang temen kan?) tapi waktu makan siang, suamiku bilang kl aku krg ada tata krama sama tamu. Hah??? Secepat itu kah dia menilai? Padahal dari awal td dia gk tau aku ngapain dan gimana sikapku pada temennya itu. Makany waktu dia bilang gitu, aku langsung emosi, tau kan emosiku gimana? (always cry) tapi aku sempet jawab kata2 suami dengan ”emangnya harus didepan dia aku bersikap baik2 sama orang?’ tau dah apa yg ada dipikiranku dan pikiran suami waktu itu, yg jelas aku sedih bgt! Sempet ada rasa bener2 nyeseeeel kenapa aku tadi gk kerja aja! Trus, tau gk, setelah makan, eh, suamiku malah tidur! Pdhl yg butuh istirahat pada saat itu siapa coba?? Aku kan?!! Sebenar nya aku mau tidur, (ngantuk bgt bo..!) tp kata suami biar istri dan anak temannya aja yg tidur dikamar,kasian anak bayi. Walaupun tidak kuiyakan didepannya, tp aku bilang ke istri temannya kl mau tidur ya kekamar aja, tapi dia gk mau. Yo wes.. toh?? Alhasil, hari itu aku jadi byk kerjaan, bukannya istiraht biar badan enak, malah jd tambah capek..capek badan, capek pikiran. Ih, sebel bgt kan?!! Sebenarnya hr itu aku nangis melulu tp gk tau deh keliatan gk dr mataku. Ada air bah yg ingin keluar, tp kutahan, dan membuat mataku panas.

Tapi, aku heran sama suami, kok dia anteng2 aja, kayak gk ada masalah, atau hanya pura2 gk tau kl istrinya ini sedih berkepanjangan. Rencananya sih, malamnya aku mau terus terang sama suami, tp aku kembali pada sifat dasarku yg tertutup dan selalu memendam perasaan. Melihat suami yg cuek bgt, aku jd mls, dan berpkir sudahlah daripada ribut, trus badanku juga udah capek bgt rasanya.

Gimana ya.. sebenernya dr bbrp sumber yang aku dptkan, hal2 semacam ini seharusnya dikomunikasikan oleh kedua belah pihak, jgn dipendam, karena kl sewaktu2 ada konflik lg, kejadian ini akan memperburuk ingatan dan akan meledak. Aku bingung, disatu sisi aku tidak ingin dalam waktu yg singkat ini di isi dgn ribut2, tp disisi lain, aku jg gk mau memendam perasaan tak menyenangkan terus menerus. Banyak lho.. pmasalahn yg sebenarnya belum tuntas. 7 hr itu sebentar, dan akan terasa lbh sbentar lg kl diisi dg ribut2, tp bgmn dengan perasaan ku? Bukankah stres yg bkepanjangan akan merusak kesehatan?

Sering sekali aku merasa, suami ku itu berubah2 antara di kamar dan dluar kamar. Hm.. bingung kan? Aku aja bingung!

Terkadang juga aku mrasa, suami lebih menjaga perasaan orang lain dibandingkan perasaan istrinya sendiri. Mungkin dia gk sadar kl sikap bahkan kata2nya diluar kamar dan didepan orang lain sering menyakiti perasaanku..

Tau gk lagu ny mulan jameelah yg liriknya “aku bukan wonder womenmu.. hatiku bukan terbuat dari besi dan baja, hatiku ini bisa sakit karena mencintaimu..” (gk hafal neh..) pokoke gitu deh kira2.

Trus, ada jg lirik lagu.. “mengapa selalu aku yang mengalah..?” gak tau lg apa kelanjutanny.

suntuk

Hari ini aku benar2 suntuk! Tuk! Tuk! Pertama, krn pkerjaan ku tersendat oleh telp . yang tak d angkat2, pdhl sbnrny sdh beres! Trus, yang kedua, td suami tlp kl dia ada pjalanan dinas dr hr minngu smp rabu. Pdhl itu baru msk jadual liburnya. Jd, ksimpulannya, pertemuan km d undur lg! sdh 14 hr, ditambah 4 hr, jd 18 hr. Rencananya sih, dia mau izin setengah hari besok, trus malamnya brangkat lg.. tp bsk aku kerja, sampe sore, trus ktm dia Cuma sebentar banget kan? Buat apa kl bgt? Malah mungkin cm bikin capek! Aku diem aj wkt suami ksh kbr itu, spt biasa, aku nahan nangis! Toh, aku gak bs berbuat ap2, izin dr ku kan tdk dperlukan! Jd.. TIDAK ADA PILIHAN! Yang bikin sebel itu, knp pjalanan dinas itu pas di waktu libur, harusnya kan libur ya.. libur, jgn dipake kerja, emangnya robot gak ada istirahatnya!

Huh.. lg2 aku hanya bisa menggerutu, dan tentunya berlinangan airmata yang sebenarnya tak kuinginkan. Aku sebeeeeeeeeeelllll……………..

Akhirnya, ku telp teman kerja ku, ku ajak dia jalan2 di mol, cuci mata, makan, dll.. aku ingin menghibur hati. di rumah jg mungkin aku bakalan makin stress, lebih baik aku jalan2.. aku benar2 tidak tau harus bagaimana lagi.. sebenarnya ini pelarian yang tidak positif, tp daripada aku stress sendiri dan berakibat buruk bagi kandunganku, lebih baik aku mencari suasana yang menghibur kan???!!

Hm… seandainya saja rumah orang tua ku di dekat2 sini, pasti aku sudah stay tune disana!

kehamilanku

Alhamdulillah,, aku sekarang lagi hamil, masuk 5 bulan. Pada masa awal2, sempet periksa ke dokter trus ktny negatif, dikasih obat perangsang mens. Untungnya, obat itu baru ku makan 1 tablet, trus kata kakak ku (kebetulan dokter) gak usah dimakan, yang alami aja, kl mau mens ya.. ntar keluar sendiri.   Eh, tnyata, sebenarnya waktu itu kandunganku sudah berusia 2 minggu! Bayangkan! kalo obat itu kuminum sampe habis, gk jd deh janinnya..

Memang semuanya rahasia Allah..

3 minggu setelah itu, aku penasaran, akhirnya beli tes pack yg lumayan mahal, biar akurat, dan… rada kaget juga sih, pas liat hasilny ada 2 garis merah! Subhanallah.. Alhamdulillah..  kebeneran waktu itu suami ada di rumah, so pas dia ngeliat hasilnya, dia langsung senyum, meluk aku, sambil tak henti2 nya bertasbih dan bertahmid.

Sampai usia hampir 5 bulan ini, aku masih susah makan nasi.. tapi, makanan yang lain masuk. rasanya kalo udah liat nasi, bnr2 gk nafsu. banyak yg bilang, dipaksain deh.. kasiah bayinya.   Aku jg ngerasa bsalah sama bayiku, tp gimana mau dipaksa, kl dipaksa yaa.. malah keluar lg nasinya. Akhirnya, walaupun 1-3 sendok yang penting masuk. trus, hampir tiap hari aku makan snack pempek, ya.. bisa dikatakan menutupi nasi, kan ada ikannya.

Subhanallah.. sekarang aku sudah bisa merasakan gerakan2 bayiku.. benar2 Subhanallah..

Ya Allah.. karuniakanlah kami keturunan yg sholeh dan sholehah.. amiiin..

Suamiku..

Kau bagaikan sinar dalam kegelapan

Kau bagai air penyejuk dikala dahaga

Engkaulah pribadi yang menawan hatiku

Suamiku..

Matamu menunjukkan kasih sayang

Bibirmu tak henti-hentinya mengucapkan kata mesra

Ragamu selalu kau kerahkan tuk melindungiku

Suamiku..

Bimbinglah aku dengan kesholehanmu

Bawalah aku pada keindahan cinta dan kasih sayang

Ajaklah aku diperahumu

Agar kita saling bahu membahu menghadapi riak-ombak kehidupan

Suamiku..

Aku mencintaimu..

Semoga Allah Sang Pemilik Cinta

selalu menganugerahkan cinta dan kasih sayang dihati kita berdua

Agar kita dapat terus saling mencintai dan menyayangi.

I LOVE YOU

Tulisan Sebelumnya »